Jumat, 17 Mei 2013

analisis pengubahan tingkah laku



TUGAS PROSES PENGUBAHAN TINGKAH LAKU
“TIDAK MASUK KELAS ATAU MEMBOLOS”
Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Uas Mata Kuliah Pengubahan Tingkah Laku (APTL)
Dosen Pengampu Drs. Makin Syuhandak, M.Pd.













Nama                           : Rio Hermawan
NIM                            : 09144200103
Kelas/Semester            : A1/ VII (Tujuh)


                PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012
1.      Identitas Klien
Nama                  : Ringgo Supranto
Tempat lahir       : Yogyakarta
Tanggal lahir      : 27 Februari 1996
Alamat               : Palbapang, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Agama                : Islam
Pekerjaan            : Pelajar
Umur                  : 16 Tahun
Jenis kelamin      : Laki-laki
Suku                   : Melayu - Jawa
Kebangsaan        : Indonesia
Kelas                  : XI IA1
Alamat Sekolah  : SMA Negeri Bantul
Tinggi badan      : 168 cm
Berat badan        : 52 kg
Anak ke              : 1 ( Pertama )
2.      Masalah             : Tidak Masuk Kelas atau Membolos
3.      Prosedur pengubahan tingkah laku
No
Langkah – langlah
Deskripsi
1.
Tentukan Tingkah Laku Sasaran
1.      Sering tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau PR.
2.      Dipengaruhi teman-teman sekelasnya untuk tidak masuk kelas.
3.      Datang ke sekolah terlamabat
2.
Identifikasi Lingkungan Penyebab Tingkah Laku
1.      Keluarga
1)      Kurang diperhatikan dan kasih sayang dari orangtua.
2)      Orang tua terlalu fokus dengan pekerjaannya.
3)      Kurang harmonis diantara saudara-saudaranya.
2.      Guru mata pelajaran
1)      Khususnya guru mata pelajaran yang kurang pengawasan terhadap peserta didiknya, dan umumnya sekolah yang kurang memperhatikan dan memberikan pengawasan terhadap tingkah laku peserta didik secara intensif dan terprogram.
2)      Minimnya pendekatan dengan peserta didik yang mengakibatkan kurangnya keharmonisan.
3.      Masyarakat
1)      Tinggal di lingkungan  masyarakat yang tergolong kurang memperhatikan pendidikan.
2)      Kebanyakan teman-temanya tidak meneruskan sekolahnya.
4.      Diri Sendiri
1)      Sangat minim motivasi untuk belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah.
2)      Semangat yang tidak penuh dalam proses belajar mengajar di kelas dan di rumah.
3.
Menentukan Tujuan
1.      Mengubah pola pikir dalam menyikapi masalah pribadi klien dari pola pikir yang negative menjadi pola pikir yang positif.
2.      Mengubah paradigma orang tua yang kurang memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada anaknya menjadi lebih intensif dan terus-menerus serta tingkah laku anak dalam kelurga dan masyarakat.
3.      Memberikan metode pengajaran guru yang lebih kondusif, dan memperhatikan serta memberikan pengawasan yang baik kepada peserta didiknya.
4.
Menentukan Strategi atau Program
1.      Orang tua
·         Memberikan pengertian dan penjelasan tentang prilaku anak yang menyimpang, antara lain: tidak masuk sekolah atau membolos,tidak mengerjakan tugas sekolah, berkelahi dan tawuran.
·         Memberikan alternatif saran kepada orang tua untuk mengubah paradigma anak, misalnya:
ü  Dengan memperhatikan waktu sebelum berangkat diberikan saran-saran yang baik.
ü  Memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak agar si anak merasa diperhatikan dan diberi kasih sayang.
ü  Selalu mengigatkan anak agar anak senantiasa berprilaku baik dan tidak menyimpang.
2.      Guru mata pelajaran
·         Diberikan alternatif arahan dan penjelasan kepada guru untuk selalu bersifat hangat maksudnya dengan penuh kasih sayang dan perhatian kepada peserta didik, agar terjalin keharmonisan antara guru dan peserta didik.
3.      Masyarakat
·         Diadakan suatu kegiatan kemasyarakatan yang dapat menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan dan menganggap bahwa pendidikan itu sangat penting.
4.      Pribadi siswa
·         Diberikan motivasi dan pengarahan kepada peserta didik tentang pentingnya menuntut ilmu, dan belajar yang lebih giat agar nantinya tidak menjadi anak yang tertinggal.
·         Diberikan tugas-tugas atau pekerjaan rumah yang sederhana dan bisa memotivasi dirinya untuk dapat mengerjakannya.
5.
Proses/Pelaksanaan pengubahan
·         Guru kelas atau wali kelas dan pembimbing menyarankan kepada semua siswa agar selalu masuk kelas dan mematuhi peraturan sekolah, dan bekerja sama dengan orang tua siswa, apabila bagi siswa yang tidak masuk sekolah atau membolos hingga satu minggu akan diberikan peringatan yakni yang pertama surat pemberitahuan, kemudian  pemanggilan orang tua murid atau wali, apabila tidak ada respond sekolah berwenang untuk mengeluarkan siswa yang bersangkutan.
6.
Evaluasi & Feed Back (Tindak Lanjut)
·         Setelah program tersebut dilaksanakan, dapat di ungkap  informasi dari guru mata pelajaran, guru wali kelas dan orang tua serta pemantauan secara langsung kepada siswa tersebut. Maka siswa yang bernama Ringgo Supranto sekarang menjadi anak yang tidak pernah membolos lagi. Ia sering datang tepat waktu, aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Sudah ada perubahan tingkah laku dari siswa tersebut ± 70%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar